1. Cari tentang Paham :
- Faham Kebahagiaan (Hedonisme)
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?" Hal ini diawali dengan Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM). Menurutnya, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya
mencakup kesenangan badani saja --seperti Kaum Aristippos--, melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan.
Beberapa pengertian tentang Paham Hedonisme dari beberapa sumber adalah :
1. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan
mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang
menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan
merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia hedonisme adalah pandangan yg menganggap kesenangan dan
kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.
3. Hedonisme dari kata “hedone” (Yunani) yang berarti kesenangan, hedonisme adalah pandangan moral
bahwa hal yang baik hanya kesenangan.
4. Hedonisme adalah suatu paham atau aliran yang orientasinya pada kesenangan, berfoya-foya, serta
duniawi.
5. Hedonisme adalah mencapai kesenangan (pleasure) – di mana mengalami kesakitan sementara waktu
demi suatu kesenangan artinya termasuk hedonisme juga jika segala sesuatu berujung pada kesenangan
(pleasure) -. Jika dalam definisi ini, beragama belum tentu juga tak masuk hedonisme jika tujuannya adalah
kesenangan di belakang.
6. Hedonisme menurut Pospoprodijo (1999:60) kesenangan atau (kenikmatan) adalah tujuan akhir hidup
dan yang baik yang tertinggi. Namun, kaum hedonis memiliki kata kesenangan menjadi kebahagiaan.
Kemudian Jeremy Bentham dalam Pospoprodijo (1999:61) mengatakan bahwasanya kesenangan dan
kesedihan itu adalah satu-satunya motif yang memerintah manusia, dan beliau mengatakan juga bahwa
kesenangan dan kesedihan seseorang adalah tergantung kepada kebahagiaan dan kemakmuran pada
umumnya dari seluruh masyarakat.
7. Adapun hedonisme menurut Burhanuddin (1997:81) adalah sesuatu itu dianggap baik, sesuai dengan
kesenangan yang didatangkannya. Disini jelas bahwa sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan,
penderitaan dan tidak menyenangkan, dengan sendirinya dinilai tidak baik.
- Paham Eudaemonisme
Eudaemonisme berasal dari bahasa Yunani, “eudaemonia,” yang artinya kebahagiaan. Eudaemonisme adalah teori dalam etika, bahwa tujuan etika adalah kesejahteraan pribadi atau kebahagiaan. Tokoh-tokoh yang menganut paham ini adalah Plato, Aristoteles, dan Thomas aquinas.
Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dankebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapaieudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu :
(1) kesehatan, kebebasan, kemerdekaan,kekayaan dan kekuasaan
(2) kemauaan
(3) perbuatan baik
(4) pengetahuan batiniah.
- Aliran Pragmatisme
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.
Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum. Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.
Dapat dikatakan juga Aliran Pragmatisme adalah Aliran ini menititk beratkan pada hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman, oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris.
- Aliran Positivisme
Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik).
Aliran positivisme ini juga merupakan aliran produk pemikiran Auguste Comte yang cukup berpengaruh bagi peradaban manusia. Aliran Positivisme ini kemudian di abad XX dikembangluaskan oleh filosof kelompok Wina dengan alirannya Neo-Positivisme(Positivisme-Logis). Sejarah telah melukiskan bahwa masalah perolehan pengetahuan menjadi problem aktual yang melahirkan aliran Rasionalisme dan Empirisme yang pada gilirannya telah melahirkan aliran Kritisisme sebagai alternatif dan solusi terhadap pertikaian dua aliran besar tersebut. Disinilah arti penting dari kemunculanPositivisme yang merupakan representasi jawaban berikutnya terhadap problem-problem mendasar tersebut.
- Aliran Naturalisme
Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.
2 Etika&Profesi dalam Teknik Informatika :
Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apa bila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan, pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alamsemesta.
- Aliran Vitalisme
Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran natiralisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi“vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiridari dua kelompok yaitu :
(1). Vitalisme pessimistis (negative vitalistis)
(2). Vitalisme optimistime.
Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homohomini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”.
- Aliran Idealisme
Idealime adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. Ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme Epikuros. Istilah Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat.
- Aliran Eksistensialisme
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.
Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? bagaimanakah manusia yang bebas itu? dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.
- Aliran Marxisme
Marxsime merupakan aliran pemikiran yang turun daripada pemikiran Karl Marx. Marxisme adalah berhubung rapat dengan manifestasinya iaitu komunisme. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem politik.
Pada dasarnya, golongan marxisme menganggap bahawa secara objektif, masyarakat manusia adalah suatu masyarakat yang terdiri daripada golongan menindas dan golongan ditindas. Ketidakadilan ini menurut marxisme adalah berakar pada sistem sosial manusia sendiri secara obejektif, dan bukan disebabkan oleh faktor subjektif sperti moral dan budaya.
- Aliran Komunisme
Komunisme adalah sebuah aliran berpikir berlandaskan kepada ateisme yg menjadikan materi sebagai asas segala-galanya. Komunisme menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman di bawah asuhan Marx dan Engels kemudian menjelma dalam bentuk revolusi Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 M dgn planing dari Yahudi. Komunisme berkembang krn penganutnya melakukan ekspansi dgn tangan besi dan kekerasan.
=======================================================================
2. Profesi dan Profesionalisme :
Profesi :
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta prosessertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Profesionalisme :
Profesionalisme ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter¬dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.
Ciri-ciri Profesionalisme :
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan
piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki
piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang
paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan
memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui
berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan,
sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan
meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini
diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.
Sumber :
- http://bengkelpemikiran.wordpress.com/2012/02/18/mengenal-hedonisme/
- books.google.com/books?isbn=9791283664
- http://www.scribd.com/doc/53906194/PENGERTIAN-ETIKA
- http://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2008/03/31/positivisme-dan-perkembangannya/
- http://kishi-kun.blogspot.com/2011/09/auguste-comte-dan-aliran-positivisme.html
- http://desxripsi.blogspot.com/2012/07/aliran-aliran-seni-rupa-tokoh dan.html#axzz2NuEEdrvg
- http://id.wikipedia.org/wiki/Pragmatisme
- http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme
- http://id.wikipedia.org/wiki/Idealisme
- http://id.wikipedia.org/wiki/Eksistensialisme
- http://ms.wikipedia.org/wiki/Marxisme
- http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi
- http://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme
- http://blog.re.or.id/komunisme.html

0 komentar:
Posting Komentar